Air Terjun Kedung Kayang Boyolali-Magelang

Air Terjun Kedung Kayang terletak di alur Sungai Pabelan yang berasal dari Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Air terjun yang berada pada ketinggian 950 meter dari permukaan laut ini terletak di perbatasan Kabupaten Magelang dan Kabupaten Boyolali. Lokasi presisinya adalah di antara Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, dan Desa Klakah, kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.

Selain itu, Kedung Kayang terletak tepat di tengah jalan tembus Magelang-Boyolali dan terletak di kawasan jalur wisata SSB (Solo-Selo-Borobudur). Lokasinya terletak tepat di sebelah utara objek wisata Ketep Pass.

Secara fisik, air terjun alami ini berketinggian 39 meter dengan posisi kemiringan tebing 80 derajat. Aliran air terjun cukup deras. Sungainya pun cukup jernih.

Asal mula nama Kedung Kayang diceritakan diperoleh dari para Empu yang berdomisili di sekitar wilayah air terjun tersebut. Mereka adalah Empu Panggung, Empu Putut, dan Empu Khalik. Pada jaman dahulu, mereka sering mengadakan pertemuan di lokasi tersebut. Mereka percaya bahwa Sungai Pabelan memberikan berkah bagi warga sekitar.

Walaupun sungai tersebut aliran airnya sebagian besar berasal dari Gunung Merbabu dan Gunung Merapi, mereka dan masyarakat sekitar percaya bahwa sungai tersebut tidak akan mengalirkan lahar panas. Para Empu dan masyarakat sekitar percaya bahwa Air Terjun Kedung Kayang “ditunggu” oleh Kyai Gadung Melati dan Nyai Widari Welas Asih.

Suatu ketika, para Empu mengadakan adu kesaktian Tanding Balang (Adu Lempar). Tanding Balang dilaksanakan pada bulan Suro (Muharam). Agar menang, peserta adu kesaktian harus bisa “Balang Kedung (sumber air) itu dengan telur angsa” dan masih utuh bila sampai Kedung.

Ketiga Empu kemudian mempertunjukkan kebolehannya melempar telur. Ternyata, seluruh telur dari ketiga Empu tersebut pecah setelah masuk di kedung tersebut. Para Empu lantas menuruni tebing untuk melihat kedung itu. Namun, anyangannya (cangkangnya) telur itu hilang tanpa bekas.

Dari cerita itulah, para Empu sepakat menamai kedung dengan nama Kedung Kayang. Kemudian, “penunggu” Kedung Kayang berperan serta menimbulkan mata air yang berada di depan air terjun yang akan mengalir sepanjang tahun.

Ketiga telur Empu bergerak ke arah berbeda-beda saat dilemparkan. Setelah dilempar, muncul tiga mata air;

Telur Empu Putut menjadi mata air yang keluar dari batu di tengah tebing bagian utara.

Telur Empu Panggung menjadi mata air yang keluar di sebelah Timur air terjun.

Telur Empu Khalik menjadi mata air yang keluar di sebelah Barat air terjun.

Ketiganya muncul dari sela-sela retakan batu besar. Di belakang air terjun, terdapat goa dengan lebar kurang lebih 2 meter dan tinggi kurang lebih 2,5 meter.

Di sekitar air terjun, terdapat Mata Air Penguripan yang biasa dimanfaatkan oleh orang-orang untuk beragam keperluan dan tujuan. Sedangkan, satu mata air lagi bernama Mata Air Kinasihan dipercaya bermanfaat besar bagi yang memerlukan bantuannya.

Terdapat dua jalur menuju Air Terjun Kedung Kayang. Jalur tersebut menawarkan pemandangan sangat berbeda. Jalur lurus bisa melihat pemandangan objek wisata alam ini dari atas dan bawah. Sedangkan, jika Anda mengambil jalur kiri, Anda hanya bsia melihat pemandangan air terjun dari atas.

Untuk fasilitas dan akomodasi, pihak pemerintah dan warga setempat telah menyediakan toiler, kedai makan, bumi perkemahan, dan tempat parkir. Akses jalan menuju lokasi mudah dijangkau, tidak terlalu jauh dari pusat kota, dan memiliki badan jalan cukup lebar untuk dilalui kendaraan roda empat.


sewa mobil solo, rental mobil solo, solo rent car, jasa rental mobil solo, jasa sewa mobil solo, sewa mobil di solo, rental mobil di solo, sewa mobil solo murah, rental mobil solo murah